Motif Pembunuhan di TPU Bekasi Diduga Gegara Utang Piutang

Motif Pembunuhan di TPU Bekasi Diduga Gegara Utang Piutang

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan TPU Komplek Jakasampurna, Bekasi Barat. Dua orang yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan pada Selasa 13 Januari 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menuturkan bahwa peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu 11 Januari 2026. Korban dalam kejadian ini adalah seorang pria berinisial MDT.

“Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah Bekasi Barat dan mengamankan dua orang terduga pelaku,” ujar Budi kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial JP dan G. Keduanya diketahui berperan langsung sebagai pelaksana dalam aksi pembunuhan tersebut.

Motif dugaan pembunuhan ini adalah dendam yang berkaitan dengan persoalan utang-piutang antara korban dan para pelaku.

KPK Periksa Ketua PBNU Bidang Ekonomi Terkait Kasus Kuota Haji

KPK Periksa Ketua PBNU Bidang Ekonomi Terkait Kasus Kuota Haji

Gedung KPK

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan terhadap Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Aizzudin Abdurrahman.

Ia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. “Hari ini, Selasa (13/1), KPK melanjutkan pemeriksaan saksi dalam perkara kuota haji, dengan memanggil AIZ, selaku Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Belum diketahui materi apa yang akan digali tim penyidik dari yang bersangkutan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Aizzudin sudah memenuhi panggilan pada pukul 11.21 WIB.

“Pemeriksaan oleh penyidik dilakukan di Gedung KPK Merah Putih,” ujarnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan eks Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) alias Gus Yaqut, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

Selain itu, KPK juga menetapkan eks stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, sebagai tersangka.

“Kami sampaikan update-nya bahwa KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Siapakah Reza Pahlavi, Tokoh Pro-AS yang Namanya Dikumandangkan Demonstran Iran

Siapakah Reza Pahlavi, Tokoh Pro-AS yang Namanya Dikumandangkan Demonstran Iran

Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi. (Foto: X)

Demonstrasi dan kerusuhan yang meluas di Iran telah memasuki pekan kedua, mengguncang pemerintahan Islam yang dipimpin oleh Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah situasi yang memanas, nama Reza Pahlavi kembali terdengar didengungkan oleh demonstran dan para pendukung oposisi di Iran.

Reza Pahlavi adalah putra Shah terakhir Iran, yang digulingkan lima dekade lalu dan terpaksa hidup di pengasingan sejak saat itu.

Lahir di Teheran, Reza Pahlavi secara resmi dinobatkan sebagai Putra Mahkota pada tahun 1967, saat penobatan ayahnya, Shah Mohammad Reza Pahlavi. Sejak usia muda ia dipersiapkan untuk suatu hari memerintah Iran, namun hidupnya mengalami perubahan dramatis hanya lebih dari satu dekade kemudian.

Pada tahun 1978, di usia 17 tahun, Reza Pahlavi meninggalkan Iran untuk menjalani pelatihan pilot jet tempur dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS). Keputusan itu, yang dimaksudkan untuk mempersiapkannya menjadi pemimpin militer, pada akhirnya membuatnya absen ketika Revolusi Islam 1979 meletus dan menggulingkan monarki.

Tangis Haru Pecah saat Warga Aceh Tamiang Tempati Rumah Sementara

Tangis Haru Pecah saat Warga Aceh Tamiang Tempati Rumah Sementara

Warga Aceh Tamiang Tempati Rumah Sementara (foto: dok ist)

 Pemandangan penuh harapan dan keceriaan tampak di Kompleks Rumah Hunian Danantara, Aceh Tamiang. Warga yang selama ini tinggal di tenda darurat kini mulai menghuni rumah sementara yang dibangun pemerintah melalui BUMN.

Senyum semringah terlihat di wajah para orang tua, sementara tawa anak-anak memecah keheningan sore di kompleks hunian yang dibangun berderet rapi tersebut. Setelah lebih dari sebulan hidup di tenda pengungsian, tempat ini terasa seperti awal kehidupan baru.

Anak-anak menjadi potret paling jujur dari kebahagiaan itu. Mereka berlarian dan bermain ayunan di taman bermain yang tersedia, sesuatu yang sebelumnya tak pernah mereka rasakan selama tinggal di tenda darurat. Beberapa anak bahkan tak kuasa menahan kegembiraan, melompat-lompat di atas kasur yang sudah rapi dan bersih di dalam hunian. Pemandangan sederhana, namun sarat makna: rasa aman akhirnya kembali.

Selama berada di tenda pengungsian, ruang bermain anak nyaris tak ada. Kini, mereka memiliki halaman, ayunan, dan ruang terbuka yang memberi kebebasan untuk kembali menjadi anak-anak. Orang tua pun tampak lebih tenang, duduk di kursi taman yang disediakan di depan setiap unit sambil mengawasi anak-anak mereka bermain.

Arab Saudi Bangun Kamp untuk Warga Gaza yang Kembali dari Pengungsian

Arab Saudi Bangun Kamp untuk Warga Gaza yang Kembali dari Pengungsian

Kamp di Tel al-Hawa yang dibangun Arab Saudi untuk warga Gaza yang kembali. (Foto: SPA)

Kerajaan Arab Saudi melalui Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) mulai mendirikan kamp baru di Kota Gaza yang diperuntukkan bagi warga Palestina yang kembali dari pengungsian paksa di Gaza Tengah dan Selatan. Pendirian kamp ini merupakan bagian dari kampanye Arab Saudi untuk membantu rakyat Palestina di Gaza sekaligus wujud kepedulian terhadap mereka.

Pendirian kamp dilakukan di wilayah Tel al-Hawa, salah satu bagian Kota Gaza yang paling terdampak perang. Warga kembali ke daerah mereka yang hancur tanpa memiliki tempat tinggal layak atau infrastruktur dasar, sehingga penyediaan tempat berlindung yang aman menjadi prioritas kemanusiaan mendesak yang tidak dapat ditunda.

Diwartakan SPA, Pusat Budaya dan Warisan Saudi sebagai mitra pelaksana KSRelief di Gaza bertugas mengawasi pelaksanaan pendirian kamp ini di lapangan. Selain itu, lembaga tersebut juga menyalurkan paket sembako kepada warga sebagai dukungan pada tahap awal kepulangan mereka, sekaligus mendukung upaya stabilisasi di tengah kondisi kehidupan yang sulit.

Gegara Sulit Bertemu, Pria Ini Nekat Culik Anaknya di Kelapa Gading

Gegara Sulit Bertemu, Pria Ini Nekat Culik Anaknya di Kelapa Gading

Kasus Penculikan anak (Foto: Freepik)

 Seorang pria berinisial JE (38) ditangkap polisi usai diduga menculik anak kandungnya sendiri, JO (3), di area parkiran sebuah apartemen di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026).

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban bersama ibunya DP (36) dan asisten rumah tangga (ART) YDA hendak berangkat ke gereja.

“Pada saat korban bersama anak dan saksi hendak masuk ke mobil, tiba-tiba datang seorang pria yang langsung mengambil paksa anak korban,” kata Seto saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Setelah mengambil anak tersebut, pelaku langsung melarikan diri melalui tangga darurat apartemen. Aksi JE dilakukan dengan bantuan rekannya berinisial JP yang menunggu di dalam mobil.

DP dan YDA sempat melakukan pengejaran, namun gagal menghentikan pelaku.

“Setelah itu, satu orang berinisial JP yang merupakan rekan pelaku berhasil diamankan oleh petugas keamanan apartemen,” ujarnya.

Jelang Akhir Libur Nataru, Begini Suasana Terminal Kampung Rambutan

Jelang Akhir Libur Nataru, Begini Suasana Terminal Kampung Rambutan

Jelang Akhir Libur Nataru, Begini Suasana Terminal Kampung Rambutan

Kawasan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, ramai penumpang pada Sabtu (3/1/2026), jelang berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

1. Arus Balik Nataru

Berdasarkan pantauan di lokasi, kawasan Terminal Kampung Rambutan terlihat ramai penumpang. Namun, jumlahnya belum begitu signifikan. Tampak pula sejumlah bus datang dan berangkat dari terminal tersebut.

Para penumpang bus pun terlihat penuh di kursinya. Tak hanya di dalam bus, penumpang juga ramai di kursi-kursi tunggu. Namun, rata-rata penumpang yang ada di kursi tunggu hendak naik bus.

Itu karena banyak penumpang yang berlibur di Jakarta selama libur Nataru dan berencana pulang kembali ke kampung halamannya. Rata-rata, paling banyak mereka yang berlibur di Jakarta berasal dari wilayah Sumatera.

Sementara mereka yang baru tiba di Jakarta paling banyak berasal dari kawasan Jawa. Banyak dari mereka yang membawa tas hingga koper berisi barang bawaannya.

2 Bang Jago BKT yang Palak dan Pukuli Pedagang hingga Viral Meringis Ditangkap Polisi

2 Bang Jago BKT yang Palak dan Pukuli Pedagang hingga Viral Meringis Ditangkap Polisi

Polisi Tangkap 2 Bang Jago BKT yang Palak dan Pukuli Pedagang Usai Viral

 Polisi menangkap SH (52) dan SA (36) pelaku premanisme yang melakukan pemerasan terhadap pedagang di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur. Peristiwa pemalakan ini viral setelah korban merekam langsung upaya pemalakan.

Dalam rekaman yang beredar, korban harus mengeluarkan darah yang diduga disebabkan penganiayaan oleh kedua pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, bahwa tindakan kedua pelaku dapat dikategorikan sebagai perbuatan premanisme.

“Polres Metro Jakarta Timur mengamankan dua pelaku tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan di BKT” ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, Kamis (1/1/2026).

Alfian juga mengungkap masing-masing peran pelaku. Pelaku SH, warga asal Duren Sawit merupakan orang yang berperan memalak dengan modus meminta uang kebersihan.

“SH berperan meminta uang kebersihan kepada korban disertai ancaman senjata tajam jenis pisau,” ungkap Alfian.

Selanjutnya, SA merupakan tukang parkir di lokasi. Saat peristiwa terjadi, SA ternyata merupakan sosok yang penganiaya yang menyebabkan korban harus berdarah di bagian hidung.

Sebulan Pascabanjir, Bupati Aceh Utara Akui Listrik Belum Normal Sepenuhnya

Sebulan Pascabanjir, Bupati Aceh Utara Akui Listrik Belum Normal Sepenuhnya

Sebulan Pascabanjir, Bupati Aceh Utara Akui Listrik Belum Normal Sepenuhnya (Ist)

 Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, mengakui pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayahnya belum normal, setelah sebulan lebih banjir menerjang wilayahnya. Ia mengungkapkan, pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi menjadi kebutuhan para pengungsi.

1. Listrik dan Telekomunikasi Belum Normal

“Kemudian kebutuhan di pengungsi. Yang pertama sekali listrik belum normal dan Telkom,” kata Ismail saat Rakor DPR RI bersama Satgas Pemulihan Pascabencana dengan K/L dan Kepala Daerah terdampak, Selasa (30/12/2025).

Selain itu, ia menyebutkan, para pengungsi membutuhkan kompor dan gas elpiji. Para pengungsi, ia melanjutkan, juga membutuhkan logistik, obat-obatan, tenda, dan boat.

“Boat untuk mengantar logistik di kawasan terisolir di Serah Raja dan di Dusun Selemah. Kemudian yang keenam air bersih, yang ketujuh alat berat,” ucap Ismail.

Ismail juga menyampaikan, ada 25 dari 27 kecamatan terdampak banjir. Jumlah itu terdiri atas 696 atau 81% dari jumlah kampung yang ada. Sementara itu, ada 124.000 KK dan lebih 433 ribu jiwa terdampak banjir.

“Kemudian jumlah korban banjir pengungsi 19.000 KK, 67.876 jiwa. Kemudian korban bencana banjir meninggal 213 orang, hilang 6, luka-luka 2.127. Kemudian ibu hamil 1.433, balita 9.525 orang, kemudian lansia 6.895 orang, disabilitas 513 orang,” tutur Ismail.

Pelatih Valencia 3 Anaknya Jadi Korban, Tim SAR Kembali Sisir Lokasi Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Pelatih Valencia 3 Anaknya Jadi Korban, Tim SAR Kembali Sisir Lokasi Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Pelatih Valencia CF Femenino, Fernando Martin/ist

Pelatih Valencia CF Femenino, Fernando Martin, meninggal dunia bersama ketiga anaknya dalam insiden tenggelamnya kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tragedi memilukan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak klub.

Sementara, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian yang dilakukan secara intensif pada hari usai tenggelamnya Kapal KM Putri Sakinah di Perairan Labuan Bajo.

Kepala Kantor SAR Maumere yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman menyampaikan bahwa pencarian sudah dilakukan sejak pukul 07.30 WITA pagi tadi.

“Pagi tadi Tim SAR Gabungan mulai melaksanakan penyisiran kembali di perairan Pulau Padar dengan perluasan area hingga 5.25 Nautical mile dari lokasi kejadian,” kata Fathur, Minggu (28/12/2025).