Kisah Jenderal Gatot Subroto, Ucapkan Kalimat Syahadat di Detik-Detik Terakhir Hidupnya

Kisah Jenderal Gatot Subroto, Ucapkan Kalimat Syahadat di Detik-Detik Terakhir Hidupnya

Jenderal Gatot Subroto

Kisah Jenderal Gatot Subroto, penganut Buddha yang ucapkan kalimat syahadat di detik-detik terakhir hidupnya akan diulas berikut ini. 

Sosok Jenderal Gatot Subroto pasti tak asing di telinga banyak orang, khususnya masyarakat Indonesia. Pria kelahiran Banyumas ini berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Namun, banyak yang belum tahu jika Gatot Subroto merupakan seorang penganut Buddha. Akan tetapi, jelang wafatnya ia mengucapkan dua kalimat syahadat. 

Ucapkan Kalimat Syahadat Jelang Hari Kematiannya

Melansir berbagai sumber, Jumat (9/5/2025), cerita mengenai Gatot Subroto yang mengucapkan kalimat syahadat jelang hari kematiannya, pernah diungkap oleh Peter Britton melalui buku yang ditulis olehnya berjudul Profesionalisme dan Ideologi Militer Indonesia. 

Pada buku yang ditulis Peter, Gatot wafat di depan ulama yang membimbingnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. 

Meski telah mengucapkan dua kalimat syahadat, Gatot diakui sebagai penganut agama Buddha. Keyakinan mengenai agama yang dianut oleh sang jenderal itu diungkapkan oleh cucunya, Laurens.

kingslot

Menteri HAM: Siswa Nakal Digembleng di Barak Militar

Menteri HAM: Siswa Nakal Digembleng di Barak Militar Tak Melanggar HAM

Menteri HAM Natalius Pigai

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menegaskan, kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim siswa nakal ke barak militer tak melanggar HAM. Pasalnya, tak ada corporal punishment (hukuman fisik) yang dialami para siswa selama menjalani pendidikan di barak militer.

“Kebijakan Gubernur Jawa Barat yang mau, bukan mengirim ya, mau mendidik anak-anak nakal di barak tentara, dalam perspektif HAM, saya tegaskan tidak melanggar HAM karena kalau itu tidak dilakukan yang disebut corporal punishment,” ujarnya, Selasa (6/5/2025).

Menurutnya, corporal punishment itu merupakan sebuah hukuman fisik yang sudah bertahun-tahun lamanya dahulu dilakukan oleh pendidik. Sebagaimana yang pernah dialaminya pada zaman dirinya bersekolah dahulu.

“Berlangsung di mana ada pendidiknya memberi hukuman kepada yang dididik dengan cara yang agak sedikit bertentangan dengan prinsip, misalnya cubit telinganya, dipukul tangannya supaya disiplin,” tuturnya.

“Zaman dahulu di sekolah kami yang sudah senior-senior ini, kalau guru mau didik kami kan cubit telinga, dia pukul, atau pukul kakinya supaya kami disiplin atau supaya kami ubah. Itu namanya corporal punishment, boleh lihat di Google supaya lebih jelas,” imbuhnya.

Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Presiden Senat Kerajaan Kamboja

Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Presiden Senat Kerajaan Kamboja di Istana Merdeka 

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Senat Kerajaan Kamboja Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Presiden Senat Kerajaan Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Dari pantauan iNews Media Group, Presiden Prabowo menerima langsung Hun Sen didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih.

Sebelum memasuki Istana Merdeka, Presiden Senat Kerajaan Kamboja tampak dikawal 70 pasukan berkuda, selanjutnya diiringi 11 voorijder polisi militer yang terlebih dahulu melalui Monas. 

Selanjutnya, Presiden Senat Kerajaan Kamboja disambut anak-anak Sekolah Dasar (SD) setibanya di halaman Istana Merdeka. Kemudian, Hun Sen juga disambut oleh tembakan salvo meriam yang dilanjutkan dengan mengumandangkan lagu kebangsaan kedua negara.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana dalam keterangan resminya mengatakan pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat dan meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja.

Hasil Pro Futsal League Indonesia 2024-2025: Sengit, Fafage Banua vs Pangsuma FC Berakhir Sama Kuat 3-3

Hasil Pro Futsal League Indonesia 2024-2025: Sengit, Fafage Banua vs Pangsuma FC Berakhir Sama Kuat 3-3

Suasana laga Fafage Banua vs Pangsuma FC di Pro Futsal League Indonesia 2024-2025.

 Pertandingan sengit terjadi di laga Fafage Banua vs Pangsuma FC di laga lanjutan Pro Futsal League Indonesia 2024-2025, pada Sabtu (3/5/2025) siang WIB. Bermain di GOR Harapan Bangsa, Aceh, laga yang berjalan sengit itu berakhir tanpa pemenang karena skor sama kuat 3-3.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Fafage Banua dan Pangsuna FC bermain ketat sejak awal babak pertama. Oleh dikarenakan, kedua tim saling menekan untuk segera mencetak gol cepat.

Pangsuma FC berhasil unggul lebih dahulu atas tim lawan. Kepastian itu setelah F Inzaghi mampu mencetak gol saat laga memasuki menit ke-12.

Fafage Banua tidak tinggal diam begitu saja. Mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-18 lewat gol Evan Soumilena.

Sampai akhir babak pertama tidak ada tambahan gol lagi. Sementara waktu kedua tim masih bermain imbang dengan skor 1-1

Babak Kedua

Fafage Banua berhasil unggul atas tim lawan pada awal babak kedua. Sebab, mereka mencetak dua gol lewat Evan (22′) dan Efrinaldi (27′).


kas138

FFI Bakal Tingkatkan Pengelolaan Organisasi hingga Provinsi

FFI Bakal Tingkatkan Pengelolaan Organisasi hingga Provinsi

Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar mengatakan, bakal meningkatkan pengelolaan organisasi hingga level Provinsi

Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianpiar mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengelolaan organisasi sampai ke tingkatan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP). Hal itu agar berbagai program dari pengurus pusat berjalan dengan baik sampai ke tingkatan AFP.

Langkah itu dibuktikan dengan FFI menggelar kegiatan Member Development 2025. Kegiatan itu berlangsung di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

1. Meningkatkan Kualitas Futsal

Michael menuturkan, kegiatan itu tidak hanya diikuti oleh AFP, tetapi juga perwakilan dari klub-klub futsal. Tentunya kegiatan itu untuk meningkatkan kualitas futsal di Tanah Air yang akan berdampak ke Timnas Indonesia.

FFI sebagai payung dari aktivitas futsal Tanah Air melihat pentingnya untuk berbenah. Hari ini sudah berkumpul perwakilan futsal dari seluruh Indonesia, kami ada banyak materi soal penguatan organisasi, penguatan kompetisi,” kata Michael, Sabtu (3/5/2025).

“Kami tahu jumlah pemain futsal di Indonesia setiap tahunnya. Yang ikut kompetisi kami itu mencapai ratusan ribu. Jadi, futsal ini sebenarnya adalah organisasi yang sangat besar,” tambah pria berkacamata itu

Toto 4D

Direktur Jak TV Terjerat Pidana, Komisi Kejaksaan: Produk Jurnalistik Sekejam Apapun Tak Bisa Dijadikan Delik Hukum

Direktur Jak TV Terjerat Pidana, Komisi Kejaksaan: Produk Jurnalistik Sekejam Apapun Tak Bisa Dijadikan Delik Hukum

Diskusi Iwakum

Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, menegaskan bahwa produk jurnalistik tidak bisa dijadikan sebagai delik hukum, termasuk dalam perkara obstruction of justice (OJ). Hal ini diutarakan sekaligus menanggapi kasus yang menyeret seorang insan pers dari media Jak TV.

Hal itu diungkapkan Pujiyono dalam diskusi bertajuk “Revisi KUHAP dan Ancaman Pidana: Ruang Baru Abuse of Power?” yang digelar Iwakum, di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2025). 

Saya bersepakat, kalau untuk insan pers, enggak bisa. Produk media, produk jurnalistik, sekejam apapun, senegatif apapun, itu tidak bisa dijadikan sebagai delik, termasuk delik OJ,” kata Pujiyono.

Dalam konteks penegakan hukum, kata dia, jurnalisme memiliki peran penting sebagai bagian dari mekanisme kontrol publik terhadap lembaga penegak hukum. 

“Dalam penegakan hukum itu kewenangan penegak hukum sangat besar. Pengawasan internal enggak cukup. Butuh juga pengawasan dari publik, termasuk jurnalistik,” kata Pujiyono.

Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara obstruction of justice dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan yang diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Dalam KUHP, menurut dia, unsur OJ mengacu pada tindakan yang jelas dan langsung menghambat proses hukum. 

Sementara dalam UU Korupsi, tindakan sekecil apapun yang dinilai menghambat, dapat dikategorikan sebagai obstruction of justice karena korupsi dianggap sebagai kejahatan luar biasa.

Namun, ia menegaskan bahwa dalam kasus Jak TV, produk jurnalistik yang dihasilkan oleh oknum yang kini menjadi tersangka tidak terkait dengan unsur obstruction of justice. 

“Itu juga dibenarkan oleh Ketua Dewan Pers, bahwa produk jurnalistik itu tidak masuk ke dalam delik hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pujiyono menyatakan bahwa adanya keterlibatan dalam kasus tersebut lebih berkaitan dengan peran tersangka sebagai direktur pemberitaan dan adanya alat bukti lain, termasuk dugaan aliran dana dan pemufakatan jahat.

“Ada joint statement dari Dewan Pers dan Puspenkum Kejagung yang menegaskan bahwa ini tidak terkait dengan produk jurnalistik,” pungkasnya.

Slot Dana

Unjuk Rasa Peringatan May Day di Belakang Gedung DPR Sempat Ricuh

Unjuk Rasa Peringatan May Day di Belakang Gedung DPR Sempat Ricuh

Unjuk Rasa Ricuh

 Unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional 2025 atau May Day ricuh di Belakang Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025).

Kericuhan terjadi saat aparat kepolisian membubarkan paksa massa aksi. Adapun pembubaran itu dilandasi polisi lantaran titik aksi tak sesuai kesepakatan yakni di depan Gedung DPR RI.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah mahasiswa yang menamakan Fornt Mahasiswan Nasional menggelar unjuk rasa di belakang Gedung DPR RI. Selain menyuarakan hak buruh, mereka juga menuntut bentuk kapitalisme dan pembungkaman aspirasi dapat dihapus.

Alhasil, kericuhan pecah. Pasalnya, aparat kepolisian meminta pada pengunjuk rasa agar bisa berpindah ke sisi depan Gedung DPR RI dalam menggelar unjuk rasa. Tak ingin pindah, aparat kepolisian pun memgambil tindakan pembubaran paksa.

Sejumlah massa yang berada di barisan depan pun sempat diamankan kepolisian. Aksi saling dorong pun tak terhidarkan hingga sejumlah mahasiswa diseret dan nyaris dipukul aparat kepolisian.

kas138

Aksi Humanis Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bagikan Minum dan Roti saat Buruh Rayakan May Day

Aksi Humanis Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bagikan Minum dan Roti saat Buruh Rayakan May Day

Pelabuhan Tanjung Priok

Aksi Humanis Polwan ditunjukkan Kepolisian saat mengamankan perayaan hari buruh (May Day) oleh Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia di Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok dan Forum Komunitas dan Non Komunitas Pengemudi Bersatu di NPCT 1 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Dalam pengamanan Hari Buruh (May Day) tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menerjunkan Polwan (Polisi Wanita) di garda terdepan sebagai tim negosiator. Para Polwan berhadapan langsung dan berkomunikasi aktif dengan buruh yang melaksanakan perayaan hari buruh sedunia.

Saat kegiatan Pengamanan hari buruh, Polwan Polres Pelabuhan Tanjung Priok tampak memberikan air mineral dan roti kepada buruh yang  mengikuti perayaan hari buruh (May Day) di Pos 9 dan NPCT 1 Pelabuhan Tanjung Priok.

“Para Polwan dengan menyapa, senyum kepada para buruh, membagikan air mineral dan roti sebagai bentuk pengamanan yang humanis,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Martuasah H. Tobing, pada hari Kamis (1/05/2025).

Saat berbincang dengan awak media Kapolres, menjelaskan bahwa petugas Kepolisian juga menyampaikan imbauan, agar saat merayakan hari buruh (May Day) tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak menutup jalan kita harus menghormati dan menghargai pengguna jalan lainnya yang sedang melaksanakan aktifitas.

“Polri bersama Buruh, Sopir, warga masyarakat selalu bekerja sama dalam mewujudkan Pelabuhan Tanjung Priok yang aman, damai dan kondusif,” ucapnya.

Sikap humanis dan simpatik para Polwan itu berhasil mendinginkan suasana perayaan hari buruh (May Day). Para buruh yang mengikuti perayaan hari buruh, menyambut gembira aksi bagi-bagi air mineral dan roti tersebut di tengah-tengah teriknya matahari siang hari.

Kapolres menuturkan, sikap Humanis dan Simpatik Personil Polri itu berhasil mendinginkan suasana. Perayaan hari buruh tersebut pun mendapat respons baik, bahkan ada buruh yang mengajak Anggota Polwan mengobrol dan saling Tertawa.

kas138

Peringatan May Day! Aksi Polisi Bersih-Bersih Monas hingga Bagikan Air Minum ke Buruh di DPR

Peringatan May Day! Aksi Polisi Bersih-Bersih Monas hingga Bagikan Air Minum ke Buruh di DPR

May Day di Monas

Anggota kepolisian membantu petugas kebersihan untuk membersihkan sisa-sisa sampah di kawasan Silang Monas usai pelaksanaan May Day Fiesta, Kamis (1/5/2025).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan personel yang terlibat dalam aksi bersih-bersih berasal dari Polda Metro Jaya hingga Polsek Tanah Abang yang bertugas melakukan pengamanan May Day Fiesta. 

Susatyo menyebut aksi bersih-bersih itu dilakukan sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar pelaksanaan May Day Fiesta dapat berjalan aman dan nyaman hingga selesai.

“Bersih-bersih ini merupakan bagian dan bentuk pelayanan dari kepolisian kepada masyarakat. Diharapkan hal ini juga dapat membantu meringankan beban petugas kebersihan,” ujarnya kepada wartawan. 

Susatyo menyebut kegiatan bersih-bersih itu dilakukan oleh sekitar 100 personel untuk memastikan Lapangan Silang Monas bersih dan steril seperti semula.

Ia mengatakan hal itu juga dilakukan agar masyarakat lain yang ingin berekreasi ke Monas dapat menikmati fasilitas publik dengan nyaman.

Polisi bagikan 500 dus air mineral dan permen untuk massa buruh Di DPR

Selain itu, Kepolisian juga melakukan pendekatan humanis dengan menyiapkan 500 dus air mineral gelas serta permen untuk dibagikan kepada para peserta aksi. Kamis (1/5/2025).

Distribusi air mineral dilakukan di dua titik utama, yakni sebanyak 100 dus di titik kumpul massa depan TVRI, dan 400 duz di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. 

Air mineral dan permen dibagikan langsung oleh petugas di lapangan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan kenyamanan para pengunjuk rasa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menerapkan pendekatan yang persuasif dan humanis dalam setiap pengamanan aksi massa. Tak hanya fokus pada aspek keamanan, Kepolisian juga berusaha menghadirkan pelayanan yang mencerminkan empati dan kedekatan dengan masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

kas138

Rudenim Tanjung Pinang Gandeng BNN untuk Berantas Narkoba

Rudenim Tanjung Pinang Gandeng BNN untuk Berantas Narkoba

Rudenim Tanjung Pinang Gandeng BNN untuk Berantas Narkoba

Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjung Pinang melakukan penandatangan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (30/4/2025).

Hal ini merupakan bentuk komitmen Rudenim untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba dengan mencanangkan diri sebagai Zona Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Kepala Rudenim Tanjung Pinang, Rakha Sukma Purnama, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkotika di lingkungan kerja.

Rakha menegaskan, bahwa program ini akan menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya kerja yang sehat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh jajaran kami bebas dari narkoba, demi masa depan yang lebih baik, tidak hanya bagi kami tetapi juga bagi anak cucu kita kelak,” tutupnya.

Sementara itu, kepala BNN Kota Tanjung Pinang, Kombes Pol. Abdul Hafidz menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba.

“Ini adalah bentuk partisipasi aktif, bahwa kita semua peduli dan tidak apatis terhadap ancaman narkoba,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau Ujo Sujoto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Rudenim Tanjung Pinang dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas narkoba.