Gempa M5,6 Guncang Keerom Papua

Gempa M5,6 Guncang Keerom Papua

Gempa M5,6 Guncang Keerom Papua

 Gempa dengan kekuatan M5,6 mengguncang Keerom, Papua, Minggu (6/7/2025), pukul 15.21 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, pusat gempa berada di 217 km Tenggara Keerom Papua pada koordinat 3.95 Lintang Selatan – 142.62 Bujur Timur.

“Gempa Mag:5.6, 06-Jul-2025 15:21:44WIB, Lok:3.95LS, 142.62BT (217 km Tenggara KEEROM-PAPUA), Kedlmn:143 Km,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya. 

BMKG mengatakan informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa. 

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis petugas BMKG.

Komisi I Targetkan Hasil Fit and Proper Test Calon Dubes RI Dikirim ke Pimpinan DPR Besok Sore

Komisi I Targetkan Hasil Fit and Proper Test Calon Dubes RI Dikirim ke Pimpinan DPR Besok Sore

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto di Kompleks Parlemen Senayan

Komisi I DPR RI menargetkan hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test, calon duta besar (dubes) RI untuk sejumlah negara sahabat, bakal dikirim ke meja pimpinan DPR RI pada Minggu 6 Juli 2025 sore.

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto menyampaikan, pihaknya akan menggelar rapat internal bila sudah merampungkan seluruh proses fit and proper test, terhadap calon dubes RI untuk negara sahabat. Dengan demikian, ia berkata, pihaknya akan segera mengirim hasil tersebut ke meja pimpinan DPR RI.

“Besok sore rapat internal. Mudah-mudahan sebelum maghrib, kita sudah bersurat ke Ketua DPR RI, Kepimpinan DPR RI,” ujar Utut di sela-sela fit and proper test calon dubes di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/7/2025).

Selanjutnya, kata Utut, pimpinan DPR RI akan bersurat ke Presiden Prabowo Subianto. Selanjutnya, kata dia, Presiden melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan bersurat ke negara yang dituju.

“Presiden dalam hal ini Kemlu bersurat kepada negara yang akan dituju. Apakah keberatan apa enggak dengan orang-orang ini kan begitu. Kita juga kalau mau menerima Dubes mereka kan kita juga demikian,” terang Utut.

Utut pun mengaku belum mengetahui pasti surat tersebut akan dikirim pimpinan DPR ke Presiden. “Kalau itu bukan wilayah saya, wilayah saya cuman nganter sampe surat ke DPR RI jalan ke Presiden,” pungkasnya.

Jalani Sidang Tuntutan, Tom Lembong: Setiap Saat Harus Siap!

Jalani Sidang Tuntutan, Tom Lembong: Setiap Saat Harus Siap!

Jalani Sidang Tuntutan, Tom Lembong: Setiap Saat Harus Siap!

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong siap mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan korupsi importasi gula.  Demikian diungkapkannya saat memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menjalani sidang pembacaan tuntutan, Kamis (4/7/2025). 

“Harus siap, setiap saat harus siap,” kata Tom saat ditanya kesiapannya menjalani sidang pembacaan surat tuntutan hari ini. 

Sebelumnya, Tom Lembong memasuki ruang sidang sekira pukul 14.18 WIB. Awalnya, ia melepas rompi dan borgol yang ia kenakan. 

Setelah itu, dengan didampingi istrinya, Franciska Wihardja, mereka berjalan menuju kursi pengunjung ruang sidang di barisan paling depan.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa pengunjung sidang berteriak menyebut nama Tom Lembong. “Hidup Tom Lembong,” teriak salah satu pengunjung ruang sidang. 

Kemudian, beberapa pengunjung ruang sidang membalas teriakan tersebut dengan kata ‘hidup’. 

Diketahui, Tom Lembong didakwa telah merugikan negara sebesar Rp578 miliar dalam kasus dugaan korupsi impor gula.

Seperti di Film-Film! Diberi Tembakan Peringatan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Malah Tabrak Mobil Polisi

Seperti di Film-Film! Diberi Tembakan Peringatan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Malah Tabrak Mobil Polisi

Seperti di Film-Film! Diberi Tembakan Peringatan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Malah Tabrak Mobil Polisi

Tim Opsnal Subdit 1, Ditresnarkoba Polda Jambi mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) jaringan narkoba Fredy Pratama. Namun, dalam penangkapannya berlangsung dramatis seperti di film-film, yakni mobil polisi ditabrak pelaku saat terjadi aksi kejar-kejaran.

Petugas akhirnya menangkap 5 orang pelaku serta mengamankan uang miliaran rupiah dari hasil TPPU.

“Ini termasuk dari jaringan Freddy Pratama, ada tiga tersangka salah satunya wanita dan pengembangan TPPU ada dua orang tersangka,” ucap Dirresnarkoba Polda Jambi Komisaris Besar Polisi Ernesto Saiser di Mapolda Jambi, Kamis (3/7/2025).

Untuk barang bukti yang diamankan, katanya, uang senilai Rp1,4 miliar, sabu seberat sekitar 5,5 kg. “Ketiga tersangka, yakni berinisial, AR, FB warga Jambi, AT (49) warga Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, SD (32) warga Tangerang, Kota Tangerang, Banten dan perempuan berinisial SR (32) warga Samudera, Aceh Utara, Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, ini adalah rangkaian pengembangan dari kasus peredaran narkoba kepada sopir truk, sopir batu bara dan warga di perkebunan kelapa sawit beberapa waktu lalu.

Dari pengembangan, petugas mendapatkan informasi di Kabupaten Muarojambi ada seseorang mengendarai mobil Brio abu-abu dengan nomor polisi BH 1921 NE. Ketika akan diberhentikan, pengendara malah tancap gas. Aksi kejar-kejaran tidak dapat dihindari. Petugas pun terpaksa memberikan tembakan peringatan.

“Saat dilakukan penembakan untuk dilakukan pemberhentian, tersangka AR nekat menabrak mobil petugas dan lari ke perkebunan sawit warga,” ungkap Ernesto.

Dia menambahkan, beruntung ada masyarakat yang melihat dan menunjukan kepada petugas keberadaannya. “Dari tangan AR didapat barang bukti sekitar 40 gram sabu dan dikembangkan dapat lagi inisial AT di kawasan Jaluko,” tuturnya.

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa 5 kg sabu. “Dari pengakuan AT sudah pernah memasukkan sabu ke Jambi sebanyak 15 kg, pertama 5 kg lolos, kemudian keduanya 10 kg dan sudah beredar 5 kg,” imbuhnya.

Ini Tampang 7 Tersangka Kasus Intoleransi di Cidahu Sukabumi

Ini Tampang 7 Tersangka Kasus Intoleransi di Cidahu Sukabumi

7 Tersangka Kasus Intoleransi di Cidahu Sukabumi

Polres Sukabumi menetapkan tujuh tersangka kasus perusakan rumah singgah, yang dijadikan tempat ibadah umat Kristen di Kampung Tangkil, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan gelar perkara. Saat ini tujuh tersangka telah ditahan di Mapolres Sukabumi.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 27 Juni 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, ketika sekelompok warga mendatangi rumah milik korban Maria Veronica Ninna (70) yang digunakan untuk kegiatan keagamaan umat Kristen.

Massa melakukan perusakan terhadap pagar, kaca jendela, kursi, salib, sepeda motor, dan kendaraan milik korban, sehingga menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp50 juta.

“Langkah penegakan hukum ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum, dan rasa keadilan kepada korban serta menjaga kondusifitas wilayah Sukabumi,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP Saiman, Rabu (2/7/2025).

AKBP Samian juga menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk menjaga situasi tetap kondusif pasca kejadian tersebut.

Diberitakan sebelumnya, tujuh tersangka kasus intoleransi itu berinisial RN, UE, EM, MD, MSM, H, dan EM. Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengatakan, para tersangka melakukan perbuatan tindak pidana perusakan secara bersama-sama pada Jumat (27/6/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Dasar penetapan tersangka ini atas laporan yang dibuat oleh Yohanes Wedy pada 28 Juni 2025 dengan korban Maria Veronica Ninna (70). Kami telah meminta keterangan saksi-saksi dalam kasus ini,” kata Kapolda Jabar, Selasa (1/7/2025).

Kas138 Slot Online

Sekjen Partai Perindo Sanjung Polri di Bawah Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit

Sekjen Partai Perindo Sanjung Polri di Bawah Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit

Sekjen Partai Perindo Sanjung Polri di Bawah Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit

 Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Andi Yuslim Patawari (AYP), Andi Yuslim Patawari menyanjung institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, Listyo mampu menjaga ritme dan suasana tetap kondusif.

“Pak Sigit mampu menjaga ritme dan suasana tetap kondusif bukan hanya keamanan masyarakat saja tapi juga keamanan politik,” ungkap Andi Yuslim, Selasa (1/7/2025).

Bahkan menurutnya, Listyo juga mampu memimpin Polri untuk terus membantu pemerintah. Salah satunya ditandai dengan membantu ketahanan pangan hingga dalam program makan bergizi gratis.

“Saya pikir itu langkah yang tepat. Apalagi dalam mencapai tujuan itu kita membutuhkan sinergi yang tepat,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Listyo mengungkapkan bahwa Hari Bhayangkara ini mengambil tema Polri untuk Masyarakat. Hal ini dilakukan agar Polri bisa lebih maju dan terus dekat dengan masyarakat.

“Sesuai dengan arahan dari bapak Presiden bahwa Polri harus terus maju dan lebih dekat serta melayani masyarakat itu merupakan direktif yang harus kita tindaklanjuti,” ungkap Listyo.

Bejat! Oknum Guru Ngaji Cabuli 10 Santri di Tebet

Bejat! Oknum Guru Ngaji Cabuli 10 Santri di Tebet

Bejat! Oknum Guru Ngaji Cabuli 10 Santri di Tebet

Polisi menangkap seorang guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak di Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel). Korban diduga sebanyak sepuluh santri. 

Dari video yang beredar, terlihat polisi memasang garis polisi di sebuah rumah. Disebutkan, pelaku merupakan seorang guru ngaji. Seluruh korban masih di bawah umur.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih membenarkan peristiwa itu. Pelaku saat ini sudah ditangkap. “(Pelaku) sudah diamankan,” kata Murodih, Minggu (29/6/2025).

Murodih mengatakan saat ini korban diduga mencapai 10 orang. “Untuk sementara korban ada 10 orang, tidak menutup kemungkinan adanya korban lain,” ujar dia.

Dia menambahkan, Unit PPA Polres Metro Jaksel melakukan pendampingan terhadap korban. Kasus saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait Peksos dan UPTPPPA untuk pendampingan korban,” ujarnya.

Bejat! Istri Jualan Kue, Pria Ini Cabuli 2 Anak Tiri

Bejat! Istri Jualan Kue, Pria Ini Cabuli 2 Anak Tiri

Ayah Cabuli anak Tiri

Alwi (49) warga asal Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Jambi, diduga mencabuli dua orang bocah di rumahnya sendiri di kawasan Kota Jambi.

Ironisnya, kedua korban adalah anak tirinya yang masih berumur 10 dan 7 tahun. Akibat perbuatannya tersebut, pelaku ditangkap polisi tanpa perlawanan.

“Aksi pencabulan dan persetubuhan terhadap anak ini terjadi pada bulan Mei 2024 lalu,” ungkap Kasubdit lV Renakta Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Kristian, Sabtu (28/6/2025).

Dia menceritakan, kejadian tersebut baru diketahui di tahun 2025 ini. Saat itu, korban nekat melaporkan kejadian yang dialaminya kepada ibunya.

“Saat itu, pihaknya mendapatkan hasil visum yang mendukung atas laporan yang dilakukan korban,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, ujar Kristian, hubungan antara pelaku dan pelapor tidak lain merupakan pasangan suami istri. Sedangkan kedua korban adalah anak tiri dari pada pelaku.

“Korban kakak beradik, usia 10 dan 7 tahun. Perbuatan pelaku dilakukan di rumah korban,” tandas Kristian.

Jepang Eksekusi Mati ‘Pembunuh Twitter’, Pelaku Pembunuhan

Jepang Eksekusi Mati ‘Pembunuh Twitter’, Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi 9 Korban

Jepang eksekusi mati Pembunuh Twitter Takahiro Shirashi.

 Jepang melaksanakan ekskusi mati pertamanya sejak 2022 pada Jumat, (27/6/2025) eksekusi ini dilaksanakan terhadap pembunuh berantai Takahiro Shirashi, yang membunuh dan memutilasi sembilan orang pada 2017,.

Shiraishi, yang dijuluki “pembunuh Twitter”, menggemparkan Jepang setelah kejahatannya terungkap dan memicu perdebatan tentang bagaimana bunuh diri dibahas secara daring.

Dilansir BBC, Shiraishi melakukan aksinya dengan merayu para korbannya – kebanyakan dari mereka adalah wanita muda berusia antara 15 dan 26 tahun – ke apartemennya, sebelum mencekik dan memotong-motong tubuh mereka.

Pembunuhan tersebut terungkap pada Oktober 2017, ketika polisi menemukan potongan-potongan tubuh di kota Zama, dekat Tokyo, ketika mereka sedang mencari salah satu korban.

Shiraishi kemudian mengakui telah membunuh sembilan korban yang ingin bunuh diri dan mengungkapkan bahwa ia berkenalan dengan mereka di Twitter, platform media sosial yang sekarang dikenal sebagai X.

Ia kemudian memberi tahu mereka bahwa ia dapat membantu mereka mati, dan dalam beberapa kasus mengklaim bahwa ia akan bunuh diri bersama mereka.

Eks MenPAN-RB Harap Polri Makin Jadi Andalan Warga Jelang di HUT ke-79 

Eks MenPAN-RB Harap Polri Makin Jadi Andalan Warga Jelang di HUT ke-79 

Eks MenPAN-RB Harap Polri Makin Jadi Andalan Warga Jelang di HUT ke-79

Eks MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi berharap Polri dapat semakin dicintai oleh masyarakat di usianya yang saat ini sudah mencapai 79 tahun.

“Dengan jargon Polri Presisi tentu harapan kita semua polisi semakin dicintai masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/6/2025).

Yuddy mengatakan untuk dapat dicintai oleh masyarakat, maka Polri harus terlebih dahulu mencintai masyarakat. Caranya, kata dia, yakni dengan menegakkan integritas serta nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. 

Ia juga berharap agar di Hari Bhayangkara yang ke-79 ini Polri dapat terus menerapkan nilai-nilai Pancasila, UU Dasar 1945 dan terus menjaga identitas Indonesia serta taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. 

“Jadi polisi yang memiliki integritas yang baik, memiliki disiplin yang baik, yang taat kepada UU dan tentu menjadi polisi yang dicintai,” tuturnya. 

Yuddy mengatakan Polri sendiri tidak akan pernah menjadi bagian yang terpisahkan dari pembangunan nasional bangsa. Oleh sebab itu ia mendorong agar Polri dapat terus melakukan perbaikan untuk mendukung kemajuan bangsa.

“Saat ini Kepolisian Republik Indonesia sedang menuju ke arah sana. Survei tingkat kepuasan masyarakat juga semakin membaik walaupun memang harus diperbaiki,” tutupnya.

Kera4D