Skandal Berkas Epstein Guncang Pemerintahan Donald Trump

Skandal Berkas Epstein Guncang Pemerintahan Donald Trump

Donald Trump dan Jeffrey Epstein diketahui memiliki hubungan dan beberapa kali berfoto bersama pada 1990-an.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah gonjang-ganjing diguncang skandal terkait apa yang disebut sebagai berkas Epstein atau Epstein’s Files. Skandal ini mengemuka menyusul penolakan pemerintahan Trump untuk mengungkap berkas Epstein, meski hal tersebut merupakan salah satu janji besar kampanyenya pada 2024.

Apa itu Berkas Epstein

Jeffrey Epstein adalah seorang tokoh keuangan dan pemodal besar di Amerika Serikat yang pada 2019 didakwa atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur. Klien bisnis gelap Epstein diduga berasal dari kalangan orang-orang berpengaruh dunia, termasuk sejumlah politisi di Washington.

Sejak bisnis gelap Epstein terungkap, muncul rumor terkait daftar kliennya, yang berisi nama orang-orang yang menjadi pelanggan perdagangan seksnya. Namun, pada 2019, beberapa bulan setelah didakwa, Epstein ditemukan tewas di penjara karena bunuh diri.

Kematian Epstein yang misterius memicu spekulasi bahwa ia sebenarnya dibunuh untuk mencegah nama-nama dalam daftar tersebut diungkap ke publik. Epstein memang memiliki hubungan dengan orang-orang berpengaruh di dunia, termasuk Pangeran Inggris Andrew, bahkan Donald Trump.

Dorongan Publik

Menyusul kematian Epstein, dorongan publik agar daftar klien tersebut diungkap semakin keras terdengar. Ini terutama karena korban dari kejahatan Epstein adalah gadis-gadis di bawah umur, dengan beberapa di antaranya diketahui mengalami kekerasan seksual.

Dorongan publik ini membuat Trump menjadikan pengungkapan Berkas Epstein sebagai salah satu janji kampanye presidennya. Dukungan ini semakin kuat pada 2024 setelah Trump terpilih untuk masa jabatan kedua, terutama karena tokoh seperti Elon Musk dan oposisi pemerintahan AS menyebut ada upaya menutupi nama-nama di dalam berkas Epstein.

Viral! Batistuta Jadi Korban Pemalakan di Lampu Merah Pulogadung, Nyaris Ditusuk Sajam

Viral! Batistuta Jadi Korban Pemalakan di Lampu Merah Pulogadung, Nyaris Ditusuk Sajam

Viral! Batistuta Jadi Korban Pemalakan di Lampu Merah Pulogadung, Nyaris Ditusuk Sajam

Seorang pria menjadi korban pemalakan di lampu merah Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Korban diketahui bernama Umar Batistuta (18), peristiwa tersebut viral di media sosial.

Kapolsek Pulogadung Kompol Suroto mengungkapan, korban saat kejadian sedang mengendarai mobil Daihatsu Luxio warna putih bernomor polisi B 2926 UFQ.

Polisi kata Suroto juga sudah melakukan penyelidikan dan telah memintai keterangan korban pemalakan.

“Menurut keterangan korban malam itu saat kejadian, ketika sedang mengendarai mobil Luxio dan berhenti (di lampu merah) korban ingin merokok serta membuka kaca jendela samping kanan supir cukup  terbuka lebar,” kata Suroto kepada wartawan, Selasa (15/7/2025).

Saat itu, kata Suroto, seorang pria tak dikenal pun datang menghampiri mobil yang dikendarai korban. Korban menyebut pelaku meminta sejumlah uang dalam kondisi keadaan mabuk.

“Menurut keterangan korban, terduga pelaku saat itu diduga membawa senjata tajam (sajam),” ujarnya.

Namun, korban tak menuruti permintaan pelaku dan langsung tancap gas meninggalkannya untuk kembali ke rumah pemilik mobil.

Gubernur Jatim Santuni 8 Ahli Waris Korban KMP

Gubernur Jatim Santuni 8 Ahli Waris Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan duka kepada delapan korban meninggal KMP Tunu Pratama

 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan duka kepada delapan ahli waris korban meninggal dunia KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Dari total 18 korban meninggal yang sudah ditemukan, 10 di antaranya merupakan warga Jawa Timur.

“Atas berpulangnya para korban laka laut KMP Tunu, kami menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Khofifah, Senin (14/7/2025).

Delapan ahli waris keluarga korban asal Banyuwangi hadir langsung di Pelabuhan Ketapang untuk menerima santunan duka. Sedangkan dua keluarga korban lain dari Blitar dan Probolinggo akan disampaikan langsung oleh BPBD Jawa Timur dan Tim Tagana.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga berdialog dengan keluarga korban yang hingga kini belum ditemukan. Ia mengajak mereka terus berdoa agar proses pencarian segera membuahkan hasil.

Kami semua berharap korban yang belum ditemukan segera diketemukan dalam keadaan terbaik,” ucapnya.

WN China Diduga Pelaku Penipuan Rp28,5 Miliar Ditangkap di Bali

WN China Diduga Pelaku Penipuan Rp28,5 Miliar Ditangkap di Bali

WN China terduga pelaku penipuan ditangkap di Bali

Warga negara (WN) China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial XP ditangkap di Tabanan, Bali, pada 10 Juli 2025. XP diduga terlibat penipuan di RRT sebesar 12.698.600 RMB atau sekitar Rp28,5 miliar sejak September 2014 dan tidak memiliki izin tinggal.

Plt. Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, menyatakan XP didakwa bersalah atas kasus penipuan oleh Kejaksaan Guangzhou, RRT, pada 21 Januari 2015. Penangkapan XP dilakukan berdasarkan hasil patroli siber Subdit Penyidikan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Ia diamankan di kediamannya pada 10 Juli 2025 pukul 01.30 WITA oleh tim gabungan Subdirektorat Penyidikan dan petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. “XP kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Yuldi, Minggu (13/7/2025).

Pada 12 Juli 2025, XP dideportasi ke Guangzhou melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Proses ini sepenuhnya mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus mengedepankan aspek kemanusiaan dan prinsip kerja sama internasional,” ujarnya.

Ditjen Imigrasi menjalin komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan berbagai negara terkait pertukaran data dan informasi orang asing. Hal ini untuk memastikan WNA bermasalah tidak dapat lari ke Indonesia untuk menghindari hukuman yang menjerat tindakannya.

Warga AS Tewas Dikeroyok Pemukim Israel di Tepi Barat

Warga AS Tewas Dikeroyok Pemukim Israel di Tepi Barat

Warga AS Tewas Dikeroyok Pemukim Israel di Tepi Barat (Reuters)

Seorang warga Amerika Palestina dipukuli oleh pemukim Israel hingga tewas. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengetahui hal tersebut, tapi tidak memberikan komentar lebih lanjut. 

Kantor Berita Palestina WAFA, mengutip kementerian kesehatan setempat, mengatakan Saif al-Din Kamel Abdul Karim Musallat, berusia sekitar 20 tahun meninggal setelah dipukuli pemukim Israel pada Jumat malam. Ia dipukuli dalam sebuah serangan yang melukai 10 orang lainnya di sebuah kota di utara Ramallah.

Orang kedua juga ditemukan tewas di daerah tersebut, kata seorang sumber medis Palestina. 
Belum ada komentar langsung dari Kementerian Kesehatan Palestina.

Kerabat Musallat, yang berasal dari Tampa, Florida, dilaporkan Washington Post, dipukuli hingga tewas oleh pemukim Israel. 

“Kami mengetahui laporan kematian seorang warga negara AS di Tepi Barat,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri, melansir Reuters, Sabtu (12/7/2025).

Ia menambahkan, departemen tersebut tidak memberikan komentar lebih lanjut. “Demi menghormati privasi keluarga dan orang-orang terkasih,” katanya.

Sementara itu, militer Israel mengatakan Israel sedang menyelidiki insiden di kota Sinjil. 

Kekerasan pemukim di Tepi Barat meningkat sejak dimulainya perang Israel dan Hamas di Gaza pada akhir 2023, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Heboh! Pemuda di Lebak Todongkan Senpi Usai Kalah

Heboh! Pemuda di Lebak Todongkan Senpi Usai Kalah Jumlah saat Duel

Kasus Penodongan di Lebak

Seorang pemuda berinisial S (18), warga Kabupaten Pandeglang, ditangkap Satreskrim Polres Lebak karena diduga memiliki dan menodongkan senjata api (senpi) ilegal saat terlibat perkelahian.

Peristiwa tersebut terjadi ketika S melintas di Jalan Raya Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, dan tiba-tiba didatangi oleh dua orang warga setempat.

Belakangan diketahui, dua orang tersebut merupakan adik dan rekan dari seorang pria yang sebelumnya pernah berselisih dan dikalahkan oleh S dalam sebuah cekcok terkait hubungan asmara.

Karena tidak terima kakaknya pernah dipukuli, adik dan rekannya mendatangi S yang kebetulan sedang melintas di lokasi kejadian

“Terjadilah perkelahian antara S dengan dua orang itu. Karena kalah jumlah, S mengambil senjata api yang disimpan di bawah jok motor,” ujar Kasatreskrim Polres Lebak, AKP Wisnu Adicahya melalui Kanit Krimum IPDA Sutrisno, Jumat (11/7/2025).

Ketua KPK: Belum Ada Info Penyidik Panggil Bobby Nasution

Ketua KPK: Belum Ada Info Penyidik Panggil Bobby Nasution Dalam Waktu Dekat

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto memastikan belum ada informasi dari penyidik terkait rencana pemanggilan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumut. Saat ini penyidik fokus memeriksa tersangka dan saksi.

“Ya, sementara sih, sampai dengan hari ini belum ada. Belum ada informasi atau laporan dari penyidik,” kata Setyo usai menghadiri rapat bersama Komisi III DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Bobby Nasution bisa saja dipanggil KPK jika dibutuhkan untuk memperdalam kasus. Semua kebutuhan merujuk pada pemeriksaan saksi dan tersangka

“Tentu nanti berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersangka dan saksi-saksi lain. Kalau memang ada, ya tidak menutup kemungkinan dipanggil dan diminta keterangan. Tapi kalau memang tidak ada, karena memang tidak ada relevansi, ya penyidik tidak akan mencari-cari,” ujarnya.

Terpenting saat ini adalah memberikan waktu kepada penyidik untuk fokus terhadap pokok perkaranya terlebih dahulu.

“Ini kan baru awal ya, jalannya kan belum sampai ke dua minggu ya. Jadi kalau dua minggu pasti penyidik fokus kepada perkara pokoknya dulu,” pungkasnya.

Gubernur Kalteng Komitmen Beri Pendidikan Gratis Siswa

Gubernur Kalteng Komitmen Beri Pendidikan Gratis Siswa dari Keluarga Berpenghasilan Rendah

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan seluruh siswa dari keluarga berpenghasilan rendah akan mendapatkan pendidikan gratis.

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyampaikan motivasi kepada 30 ribu siswa kelas X SMA dan SMK se-Kalteng, dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 secara serentak dan terintegrasi.

Motivasi ini diberikan secara langsung di SMA Negeri 1 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dan dilaksanakan secara hybrid dengan partisipasi dari seluruh kabupaten/kota hingga pelosok desa di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (8/7/2025).

Gubernur Agustiar Sabran mengingatkan para siswa untuk senantiasa menjaga semangat belajar dan membangun karakter. Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pendidikan merupakan jalan utama menuju perubahan hidup yang lebih baik, terlepas dari latar belakang ekonomi seseorang.

“Saya tumbuh dalam keterbatasan. Pernah hidup tanpa sepatu, tanpa buku, bahkan harus bekerja sejak usia belia. Namun dengan tekad dan semangat, tidak ada yang mustahil untuk diraih,” tuturnya.

Agustiar Sabran juga menegaskan bahwa seluruh siswa dari keluarga berpenghasilan rendah akan mendapatkan pendidikan gratis, termasuk bantuan perlengkapan sekolah. Dia meminta agar sekolah tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun. 

Tak Ada Tanda Kekerasan di Jasad Diplomat yang Kepalanya Terlakban

Tak Ada Tanda Kekerasan di Jasad Diplomat yang Kepalanya Terlakban

Tak Ada Tanda Kekerasan di Jasad Diplomat yang Kepalanya Terlakban

 Polisi menyatakan bahwa tidak ada tanda kekerasan di mayat pria diduga diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan, yang kepalanya terlakban.

“Belum dipastikan (penyebab kematian), saya juga tidak bisa bilang, bukan (pembunuhan) ya,” kata Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, saat dikonfirmasi, Selasa (8/7/2025).

Sebab, dari hasil penyelidikan awal tidak ditemukan tanda kekerasan pada jasad ADP maupun barang hilang, sehingga proses penyelidikan penyebab kematian masih terus didalami.

“Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tidak ada barang yang hilang. Iya, tapi kan belum tentu itu pembunuhan. Kita masih selidiki, kita juga sudah kirim jasad korban ke RSCM. Rencana sih masih berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk dilakukan autopsi,” sambung dia.

Maka dari itu, Rezha mengatakan kepastian penyebab kematian baru bisa diketahui setelah hasil autopsi selesai dilakukan oleh tim medis.

“Tapi tidak menutup kemungkinan untuk autopsinya ya. Karena yang bisa mengatakan itu pembunuhan atau apa kan dilihat dari hasil autopsi juga,” kata dia.

Basarnas Bisa Perpanjang Waktu Pencarian Korban Kapal Tunu Pratama Jaya, Ini Syaratnya

Basarnas Bisa Perpanjang Waktu Pencarian Korban Kapal Tunu Pratama Jaya, Ini Syaratnya

Basarnas Bisa Perpanjang Waktu Pencarian Korban Kapal Tunu Pratama Jaya, Ini Syaratnya

 Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii membuka peluang memperpanjang proses pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya. Opsi perpanjangan akan dipilih bila semua korban belum ditemukan.

Sesuai aturan menyangkut operasi penyelamatan, evaluasi akan dilakukan tujuh hari pascakejadian. Andai seluruh korban sudah ditemukan sebelum tujuh hari, maka operasi pencarian dinyatan selesai.

“Misalkan tujuh hari belum semuanya ditemukan, kami akan melakukan evaluasi. Kemudian operasi akan kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” kata Kabasarnas usai rapat bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).

Saat disinggung apakah proses evakuasi akan dilakukan hingga Tim SAR berhasil mengangkat kapal tersebut, Kabasarnas menyampaikan tidak bisa berandai-andai. Semua keputusan menyangkut operasi penyelamatan, harus didasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan secara berkala oleh tim yang berada di lapangan.

“Kalau operasi yang jelas hasil evaluasi itulah nanti yang akan memutuskan mau dilanjutkan atau tidak. Yang jelas kita akan berupaya untuk semaksimal mungkin untuk bisa melakukan operasi secara maksimal. Dan harapan kita semua korban bisa kita temukan,” ujarnya.